...seandainya ibubapamu marah padamu kerana kesilapan yang dilakukan olehmu, maka marahnya ibubapamu adalah bagaikan baja bagi tanam tanaman....

Tuesday, December 13, 2011

RAHSIA NAMA TUHAN KE-SERATUS


Jika kita percaya adanya Malam Lailatul Qadar, maka kita juga percaya adanya nama Tuhan yang keseratus. Malam Lailatul Qadar tersembunyi dalam malam-malam bulan Ramadhan yang penuh berkat, yang ikhlas mencarinya kerana Allah swt pasti akan jumpa. Yakinlah! Mencari nama Tuhan yang keseratus rupanya sama seperti mudahnya mencari Malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW telah mengajarkan 99 nama yang digunakan oleh Rabbul 'Alamin untuk mencipta, memelihara dan mengembangkan alam semesta sampai mencapai kebulatan yang nyaris sempurna (unfinished; sifat bilangan 99). Tinggal satu nama sahaja yang tidak diajarkan kepada Umat Muhammad, yang harus ditemukannya sendiri melalui pengabdiannya sepanjang hidup. Itulah Sebutir Mata Tasbih yang terlepas dari untaiannya. Itulah nama Tuhan yang keseratus, yang bila Allah SWT dipanggil dengan nama tersebut, akan ditunaikan hajatnya.

Baru saya faham, mengapa Para Sufi mengembara dalam pengabdiannya untuk menggenapkan bilangan yang nyaris sempurna itu. Bila mereka telah mendapatkannya dalam wujud sifat kesedarannya sendiri, maka berubahlah sifatnya menjadi kudus, lembut dan penuh kasih sayang terhadap sesamanya. Maqam ini sesungguhnya berdaya mampu mengubah struktur dunianya. Itulah maqam tertinggi yang ditemukan oleh sayidina Muhammad SAW (Rasulullah) yang meruang dan mewaktu.

Dijelaskan dalam Asrari Khudi [karya Muhammad Iqbal]: "Kejadianku arca belum selesai, cinta memahat daku dan aku menjadi manusia." Ia tentang transformasi eksistensial dari individu kecil mencapai individu besar. Untuk mencapai suasana kekhalifahan dalam memandu umat mencapai masyarakat global, kita tidak perlukan new image of man (seperti James Bond 007, Superman, Superboy, Rambo, atau Ninja). Secara fitrah manusia telah berada di sana (Lihat Al- Baqarah, ayat 30), dan dalam kadar tertentu mereka telah terlatih merealisasi fungsi tersebut ke dalam lingkungan kecil kehidupannya.

Itulah nama Allah swt teragung (اسم الله الأعظم) atau nama tuhan ke-100. Bila Allah swt dipanggil dengan nama tersebut segala hajat akan ditunaikan dan serba bencana akan terhindar. Orang yang mencapai nama itu dapat mengubah jalan hidup dan kehadirannya menjadi rahmat semesta alam.


Jelasnya, kita perlukan apa yang diwariskan oleh Rasulullah saw, yaitu Islam. Hanya dengan kembali kepada pokok ajaran Kitab Allah SWT dan Sunah Rasulullah saw, kita akan dapat merangkaikan kembali mata tasbih yang tersia-sia (diri kita) dalam untaiannya yang fitrah. Seterusnya membangun ummatan wahidatan di atas bumi tercinta ini. Insya Allah.


NOTA:
Ismullâh al-A’zham ( اسم الله الأعظم)
1. Secara bahasa, Ismullâh al-A’zham berarti nama Allah yang Agung atau Mulia. Ia merupakan antara kupasan penting ketika berbicara tentang asmâul husna. Mengapa? Kerana Ismullâh al-A’zham merupakan bahagian dari asmâul husna.

2. Sebagian besar ulama meyakini, berdasarkan hadits-hadits Rasulullah saw, ialah dari sekian banyak nama-nama Allah yang baik (asmâul husnâ), ada beberapa nama Allah yang lebih baik dan lebih agung yang disebut Ismullâh al-A’zham. Nama-nama Allah ini lebih baik dan lebih agung dari nama-nama Allah lainnya, kerana kandungan makna dan artinya yang lebih dalam, luas dan lebih substantial.

3. Imam Ali bin Abi Thalib berkata: “Ismullâh al-A’zham itu adalah alif lâm mîm, kaf ha ya ‘ain shad, ha mim ‘ain sin qaf, dan yang sejenisnya”.

4. Imam al-Bûny dalam bukunya Syamsul Ma’arif berkata, bahwa Sahl bin Abdullah bertutur: “Seorang laki-laki pernah datang kepada Ibrahim bin Adham sambil bertanya: “Bagaimana menurut anda tentang lafaz: Ya Sin?”. Ibrahim bin Adham menjawab: “Ia adalah nama yang apabila seseorang berdoa dengan menggunakan nama itu, maka doanya akan dikabulkan, baik yang berdoa tersebut orang baik atau orang jahat”.

Kerana Ismullâh al-A’zham lebih dari nama-nama Allah lainnya, tentu pahala dan khasiatnya pun lebih besar dari nama-nama Allah lainnya.



[]

No comments: